Mengenal Champion Akshan, Assassin-Marksman dengan Kemampuan Paling Kontroversial

Champion Akshan

Aretemalta – Dalam ekosistem League of Legends (LoL) yang memiliki lebih dari 160 champion, jarang ada karakter yang mampu menggetarkan fondasi permainan sesaat setelah pengumumannya. Namun, Akshan, The Rogue Sentinel, melakukan hal itu. Dirilis sebagai bagian dari event besar Sentinels of Light, Akshan bukan sekadar penembak jitu biasa. Ia adalah hibrida antara Assassin dan Marksman yang membawa mekanik paling kontroversial dalam sejarah game: kemampuan untuk menghidupkan kembali rekan setim yang telah gugur.

Artikel ini akan mengupas tuntas siapa sebenarnya Akshan, mengapa kit kemampuannya dianggap “merusak” aturan main, dan bagaimana cara memainkannya secara efektif di Rift.

Asal-Usul dan Lore Champion Akshan, Sang Sentinel yang Pembangkang

Asal-Usul dan Lore Champion Akshan, Sang Sentinel yang Pembangkang
Asal-Usul dan Lore Champion Akshan, Sang Sentinel yang Pembangkang

Champion Akshan berasal dari wilayah Shurima yang keras. Kehidupannya dimulai sebagai anak jalanan yang memiliki rasa keadilan yang terlalu tinggi untuk keselamatannya sendiri. Setelah sebuah insiden yang hampir merenggut nyawanya, ia diselamatkan oleh seorang mentor bernama Shadya menggunakan senjata kuno yang sangat kuat bernama The Absolver.

Akshan kemudian dilatih sebagai Sentinel of Light, sebuah ordo kuno yang didedikasikan untuk melawan Black Mist. Namun, Akshan bukanlah tipe prajurit yang patuh pada birokrasi. Ia adalah seorang petualang yang karismatik, penuh gaya, dan sedikit ceroboh. Motivasi utamanya adalah balas dendam atas kematian mentornya, yang membawanya pada pencarian untuk menghukum para penjahat menggunakan The Absolver.

Senjata inilah yang menjadi kunci mekanik uniknya. Konon, jika The Absolver membunuh orang yang baru saja membunuh orang lain, maka korbannya akan kembali hidup. Narasi inilah yang diterjemahkan langsung ke dalam gameplay-nya yang fenomenal.

Bedah Skill: Mobilitas Tinggi dan Utilitas Absurd

Untuk memahami mengapa Akshan begitu ditakuti, kita harus melihat bagaimana Riot Games merancang kemampuannya. Akshan didesain untuk bermain di Mid Lane, meskipun terkadang muncul di Top atau Bot Lane.

Pasif: Dirty Fighting

Setiap serangan ketiga atau kemampuan yang mengenai musuh akan memberikan bonus damage fisik. Jika targetnya adalah champion, Akshan juga mendapatkan shield. Selain itu, Akshan memiliki mekanik serangan unik: setelah menembak, ia bisa menembakkan peluru kedua dengan damage lebih rendah, atau membatalkan tembakan kedua untuk mendapatkan bonus movement speed.

Q: Avengerang

Akshan melemparkan bumerang yang memberikan damage saat pergi dan kembali. Jarak tempuh bumerang ini akan bertambah setiap kali mengenai musuh. Ini adalah alat utamanya untuk melakukan wave clear (membersihkan minion) dan memberikan tekanan di fase laning.

W: Going Rogue (Kemampuan Paling Kontroversial)

Inilah inti dari perdebatan mengenai Akshan. Secara pasif, ketika musuh membunuh rekan setim Akshan, mereka akan ditandai sebagai “Scoundrel”. Jika Akshan berhasil membunuh atau membantu membunuh (takedown) Scoundrel tersebut, Akshan mendapatkan bonus emas, dan semua rekan tim yang dibunuh oleh Scoundrel tersebut akan langsung hidup kembali di markas (fountain).

Secara aktif, Akshan memasuki mode kamuflase (invisibility) yang durasinya tidak terbatas jika ia berada di dekat dinding atau di dalam semak.

E: Heroic Swing

Akshan menembakkan grappling hook ke dinding dan berputar mengelilingi medan perang sambil menembak musuh terdekat secara otomatis. Ini adalah alat mobilitas utamanya yang memungkinkan dia mengejar musuh atau melarikan diri dari situasi berbahaya. Jika ia mendapatkan takedown, cooldown skill ini akan di-reset.

R: Comeuppance

Akshan membidik champion musuh dan mengisi peluru selama beberapa detik. Setelah dilepaskan, ia menembakkan serangkaian peluru yang memberikan damage berdasarkan sisa HP musuh (execute). Sayangnya, peluru ini bisa terhalang oleh minion, turret, atau champion musuh lainnya.

Mengapa Akshan Begitu Kontroversial?

Mengapa Akshan Begitu Kontroversial
Mengapa Akshan Begitu Kontroversial

Sejak peluncurannya, komunitas pemain profesional dan kasual terus memperdebatkan keberadaan Champion Akshan League of Legends. Dibawah ini adalah sebagian alasan mengapa Champion Akshan dianggap kontroversial:

Mematahkan Hukum Dasar Game

Dalam game bergenre MOBA, kematian memiliki konsekuensi berupa waktu tunggu (death timer). Semakin lama permainan berlangsung, semakin lama waktu tunggu tersebut. Akshan menghapus hukuman ini. Bayangkan sebuah tim berhasil memenangkan teamfight besar, namun Akshan berhasil membunuh satu orang “Scoundrel”, dan tiba-tiba seluruh tim lawan hidup kembali untuk mempertahankan markas. Ini bisa mengubah arah permainan dalam sekejap tanpa mempedulikan seberapa besar keunggulan lawan sebelumnya.

“Overloaded Kit”

Banyak pemain merasa Akshan memiliki terlalu banyak hal dalam satu paket. Ia punya shield, double attack, movement speed, wave clear, stealth tak terbatas, mobilitas luar biasa dengan reset, dan mekanisme revive. Hal ini membuatnya sulit untuk diseimbangkan; sedikit buff saja bisa membuatnya terlalu dominan (OP), sementara nerf kecil mungkin membuatnya tidak berguna.

Tekanan Psikologis di Lane

Sebagai Marksman di Mid Lane, Akshan sangat menakutkan bagi champion Mage jarak dekat atau Assassin lainnya. Kemampuannya untuk menghilang (W) dan muncul tiba-tiba dengan Heroic Swing (E) memberikan tekanan roaming yang sangat tinggi, mirip dengan Twitch atau Evelynn, namun dengan utilitas yang lebih besar.

Strategi Memainkan Akshan: High Risk, High Reward

Bermain Champion Akshan membutuhkan kecerdasan posisi dan pengambilan keputusan yang cepat. Anda tidak bisa hanya berdiri di belakang dan menembak seperti Marksman tradisional (seperti Ashe atau Jinx).

  • Dominasi Early Game: Gunakan pasif shield Anda untuk melakukan pertukaran serangan (trading) yang menguntungkan. Di level 2, kombinasi Q dan E Akshan bisa menghasilkan damage yang mengejutkan yang sering kali membuahkan First Blood.

  • Roaming dengan W: Jangan hanya berdiam diri di lane. Gunakan kamuflase dari W untuk bergerak ke lane lain (Gank). Ingat, W memberikan jejak arah menuju “Scoundrel”, memudahkan Anda melacak musuh yang sedang terluka.

  • Penguasaan Grappling Hook: Heroic Swing (E) adalah pembeda antara pemain Champion Akshan yang baik dan yang buruk. Anda harus memahami sudut pantulan dinding agar tidak menabrak champion musuh secara tidak sengaja, yang akan menghentikan ayunan Anda seketika.

  • Prioritas Target: Dalam teamfight, fokus utama Anda adalah membunuh “Scoundrel” untuk menghidupkan kembali tim Anda. Terkadang, menukar nyawa Akshan demi membunuh Scoundrel yang baru saja melakukan Triple Kill adalah keputusan yang sangat layak.

Cara Melawan Champion Akshan, Counterplay

Cara Melawan Champion Akshan, Counterplay
Cara Melawan Champion Akshan, Counterplay

Meskipun terlihat sangat kuat, Champion Akshan memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi:

  1. Hentikan Ayunannya: Skill E Akshan sangat rentan terhadap Crowd Control (CC). Jika Anda menggunakan stun, root, atau bahkan sekadar berdiri di jalur ayunannya, Akshan akan jatuh dan kehilangan mobilitasnya. Tanpa E, ia sangat mudah dibunuh.

  2. Gunakan Minion untuk Menghalangi Ultimate: Jika Champion Akshan mengunci Anda dengan R, jangan panik. Berlarilah ke belakang turret atau gerombolan minion. Mereka akan menyerap semua damage dari pelurunya.

  3. Waspadai Kamuflase: Meskipun ia tidak terlihat di peta, Akshan tetap bisa terdeteksi jika Anda berada cukup dekat dengannya (lingkaran deteksi). Selalu beli Control Ward untuk memantau pergerakannya di area sungai.

Inovasi atau Kesalahan Desain?

Champion Akshan adalah simbol dari upaya Riot Games untuk terus berinovasi dalam desain champion. Meskipun mekanik revive-nya tetap menjadi salah satu hal paling kontroversial di League of Legends, tidak dapat dipungkiri bahwa Akshan membawa dinamika baru yang segar ke dalam permainan. Ia adalah champion yang menghargai keberanian dan kemampuan pemain dalam mengeksekusi momen krusial.

Apakah ia terlalu kuat? Itu tergantung pada siapa yang mengendalikannya. Di tangan yang tepat, Akshan adalah pahlawan yang bisa membalikkan keadaan dari ambang kekalahan. Di tangan yang salah, ia hanyalah seorang petualang yang terlalu sering terjun ke tengah bahaya tanpa rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *