Aretemalta – Industri esports global kembali bersiap menyambut salah satu turnamen First-Person Shooter (FPS) legendaris yang paling dinantikan: Point Blank International Championship (PBIC) 2026. Untuk edisi kali ini, Zepetto telah mengumumkan secara resmi bahwa Korea Selatan akan menjadi tuan rumah, membawa kompetisi kembali ke tanah kelahiran game Point Blank itu sendiri. Bagi para penggemar di tanah air, kabar yang paling menggembirakan adalah kepastian bahwa Point Blank International Championship 2026, Indonesia kirim wakil lewat PBNC XVI.
Point Blank National Championship (PBNC) XVI bukan sekadar turnamen rutin tahunan. Edisi ke-16 ini memegang peranan krusial sebagai satu-satunya gerbang utama bagi tim-tim profesional Indonesia untuk melangkah ke level internasional. Setelah bertahun-tahun mendominasi skena Asia Tenggara, kini fokus utama komunitas Point Blank Indonesia adalah mengembalikan trofi juara dunia ke pelukan Ibu Pertiwi.
Point Blank NC XVI, Filter Ketat Pencarian Tim Terbaik

Sebagai ajang kualifikasi resmi, PBNC XVI dirancang dengan standar kompetisi yang sangat tinggi. Turnamen ini dijadwalkan mencapai puncaknya pada 17–18 Januari 2026. Penyelenggaraan tahun ini juga membawa nuansa baru, di mana pihak Zepetto Indonesia memutuskan untuk memindahkan venue Grand Final yang sebelumnya identik dengan Mall Taman Anggrek ke lokasi baru yang lebih segar di Jakarta untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para Troopers (sebutan untuk pemain Point Blank).
Sistem seleksi PBNC XVI dilakukan melalui berbagai jalur kompetitif yang ketat, antara lain:
-
Point Blank Star Battle (PBSB) Divisi 1: Liga profesional tertinggi yang berisi tim-tim elite.
-
Point Blank Southeast Asia (PBSEA): Jalur bagi tim yang sudah memiliki jam terbang internasional.
-
Wild Card PBNC XVI: Kesempatan terakhir bagi tim-tim kuda hitam untuk memberikan kejutan dan merebut tiket final.
Dengan format pertandingan Bomb Mission 5v5, setiap tim dituntut tidak hanya memiliki kemampuan menembak (aim) yang presisi, tetapi juga strategi rotasi dan penggunaan utility yang matang. Hanya tim dengan konsistensi mental juara yang mampu bertahan hingga babak akhir.
Korea Selatan, Tuan Rumah dan Tantangan Baru di PBIC 2026
Keputusan memilih Korea Selatan sebagai tuan rumah PBIC 2026 menandai ambisi Zepetto untuk menghadirkan standar produksi turnamen yang lebih matang dan megah. Bertanding di Korea Selatan memberikan tantangan tersendiri bagi wakil Indonesia nantinya, mulai dari adaptasi suhu udara hingga tekanan mental bermain di hadapan publik tuan rumah yang dikenal sangat kompetitif.
PBIC 2026 akan mempertemukan tim-tim juara dari berbagai negara seperti Thailand, Filipina, Rusia, Turki, hingga tuan rumah Korea Selatan. Persaingan di level ini selalu menjadi ajang pembuktian mekanik individu dan kekompakan tim. Indonesia, yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu negara terkuat di skena Point Blank, tentu akan menjadi sorotan utama bagi lawan-lawannya.
Rekam Jejak Prestasi Indonesia di Kancah Internasional

Mengapa pengumuman bahwa Indonesia kirim wakil lewat PBNC XVI begitu krusial? Jawabannya terletak pada sejarah prestasi kita. Indonesia tercatat beberapa kali berhasil mengangkat trofi juara dunia PBIC. Nama-nama legendaris seperti RRQ Endeavour yang menjuarai PBIC 2017 dan keberhasilan OP3K XFire menjadi kampiun pada PBIC 2023 di Bangkok adalah bukti nyata bahwa talenta Indonesia adalah yang terbaik.
Pada edisi sebelumnya, tim Comeback Neverland713 telah menunjukkan performa luar biasa di PBNC XV dan mewakili Indonesia di Turki. Estafet perjuangan ini kini diteruskan kepada para kontestan PBNC XVI. Komunitas berharap wakil yang terpilih nantinya mampu mengulang kejayaan masa lalu dan membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi kiblat utama esports Point Blank dunia.
Format Pertandingan dan Aturan Baru 2026
Penyelenggaraan PBNC XVI dan PBIC 2026 juga membawa pembaruan dalam aspek teknis. Berdasarkan Rulebook 2025/2026, terdapat beberapa penyesuaian pada weapon balancing dan sistem poin. Format yang digunakan tetap mengacu pada standar internasional:
-
Mode: Esport Bomb Mission.
-
Sistem: Best of 3 (Bo3) untuk babak penyisihan dan Best of 5 (Bo5) untuk Grand Final.
-
Map Pool: Menyertakan map klasik seperti Downtown, Luxville, dan Stormtube, dengan kemungkinan penambahan map baru untuk menguji fleksibilitas taktik tim.
Selain itu, pengawasan ketat terhadap sportivitas menjadi prioritas utama. Penggunaan perangkat keras (gear) harus sesuai standar yang ditentukan, dan setiap pemain wajib mengikuti protokol kompetisi yang transparan untuk menjaga integritas turnamen.
Dukungan Troopers, Kunci Kemenangan Wakil Indonesia

Keberhasilan sebuah tim di panggung internasional tidak lepas dari dukungan komunitasnya. Point Blank Indonesia memiliki salah satu basis penggemar terbesar dan paling loyal. Semangat “Troopers Indonesia” yang selalu memadati venue pertandingan maupun meramaikan kolom komentar di live streaming menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Zepetto juga menghadirkan berbagai in-game event menyambut PBIC 2026, mulai dari seri senjata edisi khusus hingga misi harian yang mengajak pemain merasakan euforia kompetisi. Hal ini bertujuan agar seluruh lapisan komunitas merasa terlibat dalam perjalanan menuju Korea Selatan.
Harapan Besar pada PBNC XVI
Point Blank International Championship 2026 bukan sekadar ajang perebutan hadiah uang tunai yang besar, melainkan panggung harga diri bagi setiap negara yang berpartisipasi. Melalui skema Point Blank International Championship 2026, Indonesia kirim wakil lewat PBNC XVI, kita sedang menyaksikan proses penyaringan talenta terbaik yang akan memikul beban harapan jutaan penggemar.
Siapapun tim yang nantinya akan berdiri di podium juara PBNC XVI, mereka memikul tugas berat sekaligus membanggakan: mengibarkan bendera Merah Putih di Korea Selatan. Mari kita kawal bersama perjalanan pahlawan esports kita dari babak kualifikasi hingga menuju puncak kejayaan dunia.
