Aretemalta – Dunia kompetitif VALORANT selalu dinamis dengan rotasi map pool yang terus berubah. Namun, tidak ada pengumuman yang memicu perdebatan sekaligus antusiasme sebesar Kembalinya Map Breeze Legendaris di VALORANT Season 26 Act 1. Setelah sempat diistirahatkan oleh Riot Games untuk menjalani serangkaian renovasi, Breeze kini hadir kembali dengan wajah baru yang lebih seimbang, menantang, dan tentu saja tetap mempertahankan identitasnya sebagai “surga bagi para pengguna Sniper”.
Breeze bukan sekadar peta biasa; ia adalah ujian bagi akurasi murni dan koordinasi tim dalam skala besar. Di Season 26 Act 1 ini, kembalinya Breeze membawa angin segar (sekaligus badai strategi) bagi para pemain yang merindukan pertempuran terbuka di bawah terik matahari Karibia.
Sejarah Singkat dan Alasan Mengapa Map Breeze Begitu “Legendaris”

Sejak pertama kali dirilis, Map Breeze dikenal sebagai peta paling luas di VALORANT. Berbeda dengan Bind yang sempit atau Ascent yang sangat terstruktur, Breeze menawarkan ruang terbuka lebar yang memaksa pemain untuk bertarung dalam jarak yang sangat jauh. Hal inilah yang membuatnya dijuluki “legendaris”. Bagi sebagian pemain, ini adalah tempat pembuktian skill aiming, namun bagi yang lain, ini adalah mimpi buruk taktis.
Alasan utama Breeze ditarik dari peredaran sebelumnya adalah adanya keluhan mengenai dominasi agen tertentu dan sulitnya melakukan retake di beberapa situs bomb. Dengan kembalinya map Breeze legendaris di VALORANT Season 26 Act 1, Riot Games nampaknya telah mendengarkan masukan komunitas dengan memberikan beberapa perubahan struktural yang signifikan.
Perubahan Layout Utama di Season 26 Act 1
Kembalinya Breeze tidak hanya sekadar copy-paste dari versi lama. Ada beberapa perubahan krusial yang perlu Anda ketahui agar tidak kaget saat masuk ke dalam server:
-
Mid Pillar dan Cubby: Bagian tengah (Mid) kini terasa lebih tertutup. Riot menambahkan beberapa objek permanen yang membatasi garis pandang langsung dari Mid Nest ke arah B Tunnel. Ini bertujuan agar para Attacker tidak terlalu mudah mengontrol Mid hanya dengan satu Operator.
-
A Hall yang Disederhanakan: Salah satu area paling kontroversial di Breeze adalah Hall A. Kini, area ini mengalami perubahan desain yang membuat rotasi menjadi lebih lambat namun lebih aman bagi Defender, mengurangi elemen “judi” saat menjaga area tersebut.
-
Penyesuaian B Site: Ada tambahan perlindungan di sekitar pilar B Site. Kini, pemain yang mencoba melakukan plant memiliki sedikit lebih banyak ruang bernapas dari tembakan jarak jauh yang biasanya datang dari arah B Back atau B Tunnel.
Meta Agen, Siapa yang Berjaya di Breeze?
Dengan kembalinya map Breeze legendaris di VALORANT Season 26 Act 1, susunan agen atau composition tim mengalami pergeseran besar. Karakteristik peta yang luas menuntut mobilitas dan kontrol visi yang kuat.
Duelist: Jett dan Neon
Jett tetap menjadi ratu di Breeze. Kemampuannya untuk memegang Operator dan melakukan dash ke tempat aman setelah menembak sangat krusial di peta seluas ini. Namun, di Season 26, Neon mulai menyaingi popularitas Jett berkat kemampuannya menerjang area terbuka dengan cepat menggunakan High Gear dan menutup garis pandang dengan Fast Lane.
Controller: Viper adalah Wajib
Sulit membayangkan bermain di Breeze tanpa Viper. Toxic Screen miliknya adalah satu-satunya alat yang bisa membelah peta yang luas ini secara efektif. Tanpa Viper, tim Attacker akan kesulitan masuk ke situs bomb karena terlalu banyak sudut yang harus diperiksa secara bersamaan.
Initiator: Sova dan KAY/O
Informasi adalah segalanya. Sova dengan Recon Bolt bisa memetakan posisi musuh di area luas seperti A Main atau Mid. Sementara itu, KAY/O sangat berguna untuk menonaktifkan kemampuan set-up Defender yang biasanya sangat bergantung pada utility seperti turret atau trap.
Strategi Menang sebagai Attacker

Bermain sebagai Attacker di Breeze membutuhkan kesabaran. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemain adalah terburu-buru masuk ke site tanpa membagi perhatian Defender.
-
Kontrol Mid adalah Kunci: Jangan langsung menuju A atau B. Cobalah untuk mengambil kontrol Mid Pillar. Jika tim Anda menguasai Mid, Anda memiliki akses ke Flank lewat Mid Mail atau pintu A Link. Ini akan memaksa Defender pecah fokus.
-
Penggunaan Utility Secara Simultan: Saat melakukan execute ke A Site, pastikan smoke Viper menutupi arah Mid Wood dan CT Spawn secara bersamaan. Gunakan flash untuk membutakan pemain yang biasanya menjaga di balik piramida.
Strategi Menang sebagai Defender
Menjaga Map Breeze Valorant adalah tentang bagaimana Anda menahan tekanan sebelum musuh masuk ke site.
-
Bermain Retake: Jangan memaksakan diri mati di dalam site jika musuh melakukan rush dengan 5 orang. Karena site Breeze sangat luas, melakukan retake (merebut kembali site) seringkali lebih efektif daripada mencoba menahan sendirian.
-
Crossfire di A Site: Gunakan dua piramida di A Site sebagai perlindungan. Satu pemain bisa menjaga dari arah Yellow, sementara yang lain berada di belakang piramida. Ini menciptakan sudut tembak silang yang mematikan bagi Attacker yang baru masuk.
Dampak Kembalinya Breeze terhadap Ekosistem Kompetitif

Kembalinya map Breeze legendaris di VALORANT Season 26 Act 1 juga berdampak pada turnamen profesional. Tim-tim besar kini harus kembali melatih koordinasi mereka di peta ini. Kita akan melihat kembali permainan Operator yang agresif dan penggunaan taktik split push yang rumit.
Bagi pemain kasual, kembalinya Breeze adalah kesempatan untuk melatih aim jarak jauh. Jika Anda terbiasa bermain di peta sempit seperti Split, Breeze akan memaksa Anda untuk lebih tenang dalam membidik dan tidak hanya mengandalkan spray-and-pray.
Tips Tambahan, Senjata Terbaik selain Operator
Meskipun Operator mendominasi, jangan lupakan senjata lain yang sangat efektif di Breeze:
-
Guardian: Dengan kemampuan one-tap di kepala dan akurasi tinggi pada jarak jauh, Guardian adalah pilihan ekonomis yang sangat mematikan di sini.
-
Marshal: Di ronde ekonomi atau anti-eco, Marshal adalah senjata wajib. Karena musuh mungkin tidak memiliki armor berat, satu tembakan ke dada seringkali sudah cukup untuk memenangkan duel.
-
Outlaw: Senjata terbaru ini juga sangat bersinar di Breeze, terutama untuk menghukum lawan yang hanya membeli light shield.
Kesimpulan
Kembalinya map Breeze legendaris di VALORANT Season 26 Act 1 membawa dinamika baru yang sangat dinantikan. Dengan perubahan pada beberapa titik strategis, peta ini kini terasa lebih kompetitif dan tidak lagi terasa berat sebelah. Baik Anda seorang Sniper handal maupun pemain taktis yang mengandalkan utility, Breeze menawarkan taman bermain yang luas untuk menguji kreativitas dan ketajaman Anda.
Siapkan agen andalan Anda, asah akurasi Vandal atau Operator Anda, dan selamat datang kembali di keindahan tropis Breeze yang mematikan!
